"...be a lady and face this elegantly..."
berjalan mundur ke 5 tahun terakhir, ternyata hidup gue penuh dengan ups and downs.
the highest ups umumnya karena ada perasaan dicintai oleh orang yang amat sangat gue sayangi...
the lowest downs umumnya karena ada perasaan dikhianati oleh orang yang amat sangat gue cintai...
gue mau cerita tentang down-points yang gue alami...karena namanya juga manusia, udah pasti yang namanya sedih akan lebih jauh teringat ketimbang yang namanya bahagia....setuju? =)
pertama kali gue ngerasa dikhianati, dihina, dijatuhkan, diinjak2, dibuat sangat tidak berarti...adalah pada saat pertama kali gue merasakan yang namanya putus cinta. gue hancur sehancur-hancurnya dan butuh waktu yang cukup lama untuk bangkit kembali. tidak ada yang lebih berjasa dalam hidup gue pada masa itu selain keluarga gue dan teman2 dekat gue.
dari sini ada 1 perkataan teman gue, Linda, yang akan selalu gue ingat : "sejauh mana kita akan jatuh, selama apa kita akan sedih, sedalam apa kita akan merasa sakit hati....itu semua hanyalah kita sendiri yang menetukan...cuma KITA yang bisa bilang 'Stop, cukup, gue gak akan mau begini terus'...makanya yang namanya balas dendam hanya akan membuat kita semakin terpuruk dan satu-satunya jalan untuk 'sembuh' adalah berdamai dengan diri kita sendiri..."
dan sejak saat itu gue ngerasa inilah hal tersakit dan tersulit yang akan pernah gue alamin sepanjang hidup gue : putus cinta.
awal tahun 2006, tahun yang gue pikir akan menjadi tahun yang cerah bagi gue, gue cukup optimis menyambut datangnya tahun 2006. dengan resolusi yang brilian yang pernah gue temukan, gue songsong tahun 2006 dengan penuh percaya diri...karena gue tau gue punya segala modal dan amunisi yang gue perlukan : myself, my family, and my closest friends yang gue tau akan selalu bisa gue andalkan setiap saat .........................................................I was wrong.
ternyata ada suatu kejadian yang cukup besar menurut gue, yang membuat gue merasa dikhianati, dihina, diinjak2, dibuat enggak berharga sama sekali all over again....oleh seorang sahabat gue selama beberapa belas tahun terakhir. seseorang yang gue anggap sudah seperti sodara sendiri, seseorang yang gue pikir bisa gue andalkan setiap saat, yang selalu bisa jadi tiang pancang gue di tengah segala badai yang menerpa, seseorang yang sudah kenal gue luar-dalam, seseorang yang belasan tahun menemani gue di segala kesedihan dan kesenangan gue, seseorang yang PALING gue percaya, the last person on earth that I thought can hurt me even a tiny bit.
belajar nyetir pertama kali.....sama dia.
bolos sekolah pertama kali....bareng dia.
ngerokok pertama kali....diajarin dia.
mencurahkan rasa patah hati pertama kali....ke dia.
orang yang gue telpon pada saat bokap meninggal dan gue gak bisa memejamkan mata barang sedetik-pun....adalah dia.
orang ke-dua yang gue telpon setelah nyokap pada saat gue masih shock setelah kena bom di Jimbaran....adalah dia.
orang yang berkali2 bilang ke gue untuk melupakan seorang laki2 yang tidak ada gunanaya untuk gue tangisi bertahun2....adalah dia.
orang yang berkali2 berusaha meyakinkan gue bahwa lelaki itu adalah lelaki yang tidak menghargai gue....adalah dia.
orang yang selalu berhasil mengangkat gue dari keterpurukan....adalah dia.
gak bisa gue lukiskan perasaan gue yang merasa dibohongi, dihina, dibuat tak berharga samasekali oleh dia....gak bisa gue ngertiin kenapa dia melakukan hal ini ke gue...pertanyaan di dalam otak hanyalah "kenapa? kenapa? kenapa? kok bisa? kok bisa? kok bisa?" dan gue langsung terpuruk dalam perasaan limbung, gamang, sepertinya di dunia ini gak ada lagi yang bisa gue percaya....sepertinya gue ini gak ada artinya samasekali di mata seseorang yang amat sangat gue percaya, gue sayangi, gue hargai. gue hilang kendali di depannya.
nyokap gue hanya bilang "it's ok for you to show that you're mad...but then, be a LADY and face this elegantly...don't go down to her level, because you ARE higher..."
akan gue bawa perkataan nyokap gue ini di sepanjang jalan recovery gue....karena gue sudah pasti akan butuh waktu lama untuk recover dari satu hal yang ternyata lebih menyakitkan dari putus cinta : kehilangan kepercayaan dan rasa hormat terhadap sahabat gue sendiri.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home