Tuesday, December 27, 2005

a brain full of crap

Berbalas sms antara gue dan temen gue tadi malem.
Pembahasan awalnya berkisar tentang the attempts to get closer to your boyfriend’s parents, dan akhirnya merambah jadi pembahasan tentang the right one.

Intermezzo : temen gue ini selalu gue kategorikan sebagai mainstream lover - cewe yang selalu optimis memandang cinta, cewe yang selalu bisa jatuh cinta, cewe yang selalu berada dalam cinta, everytime she talks about love…felt like hearing “Chicken Soup for the Soul” on a tape.

A : Like I said, u cant choose love…n yes, u can’t choose who r u gonna fallen with…but where it will go, it’s optional. My famous quote when I was wtill in Ogilvy “Love doesn’t choose you, you can’t choose love…you make LOVE happens!”.
A’s F : If he’s the right one, then you have to work it, coz he’s worth it.
A : D next question s “how do u know that he’s the right one?”. Nina thought her X was the right one, but when Saskia came…it became another story. I guess there’s no such thing as the ‘right one’…it should be ‘the one who wanna make it with you all d way”.

And then I thought “Man, my brain is full of shit tonight! I think I can write a best-seller crap!” hahahaha…..

Wednesday, December 21, 2005

what makes your friends say the thing they said in friendster-testimonial ?

Nah, ini pertanyaan yang sering terlontar di kepala gue pada saat gue baca testimonial2 temen2 gue untuk gue, juga testimonial2 orang2 yang ada di friendster temen2 gue untuk temen2 gue itu.

Kalo gue lagi baca testimonial untuk gue, kadang gue suka bingung sendiri : "kok bisa sih dia mikir begini tentang gue? emang beneran yah gue seperti ini orangnya? seperti yang mereka bilang? kenapa gue gak pernah ngerasa begitu yah?"....dan yang lebih membuat gue terheran2 adalah, pernyataan di dalam testimonial itu ternyata dilontarkan juga dalam testimonial temen2 gue yang lain.

Trus, gue buka friendster temen gue dan gue baca testimonial2 dari temen2nya dia, lantas timbul pertanyaan lagi : "oya? emangnya dia begitu yah orangnya? kok gue gak pernah ngerasa dia begitu sih? malahan gue ngerasa dia itu sebaliknya. apa gue yang salah menilai yah?".

Hayooo...yang bener yang mana doooongsss....?

Wednesday, December 14, 2005

2005 through my eyes

What can I say about 2005?

A JOYRIDE!

January :
got a new boss
February :
adjusting with my new boss
March :
got new brands
April :
adjusting to the new brands
May :
adjusting to the new clients
June :
self-asylum trip to Europe
July :
my 1st berondong
August : new alcohol habits & the 1st beautiful mistake
September : enlightment through a bombing incident
October : the 2nd and the biggest beautiful mistake
November : my 2nd berondong and found the best solution
December : my best next year's resolution ever - GET BACK TO THE MAINSTREAM : black-longer hair, no more berondong (...Keke dan Dita-pun langsung colek2an)

Dukung saya ya teman2!
CHAYO! =)

Sunday, December 11, 2005

Pakta Pertahanan Ogilvy

Masih dalam rangka bongkar2 foto lama di Ogilvy dan kangen ama suasana di sana...gue jadi inget ama Pakta Pertahanan Ogilvy.

Apaan tuh?

Basically, ada sekelompok pegawai Ogilvy yang berteman baik : Ade, Dian, Danang, Luki, dan Pasha. Ke mana2 selalu bareng. Akrab banget. Temen curhat. Segalanya dicurhatin, walau kita temen sekantor tapi masalah percintaan masing2 kita saling tahu luar dan dalam. Namun sebagai manusia biasa, masing2 punya kekurangan fisik maupun mental (hahahaha). Saking akrabnya, kita cela2an juga udah sembarang....dan umumnya bersifat fisik! Hahahaha.... Lebih parahnya lagi, cela2an itu kita lakukan di mana aja, termasuk di depan gebetan masing-masing. Memalukan sekali dooooong.
So, akhirnya kita sepakat, untuk gencatan senjata karena sepertinya cela2an fisik ini udah mulai bisa mempengaruhi masa depan percintaan kita. Hahahaha.... Kita tandatangan di atas kertas "Pakta Pertahanan Ogilvy". Isinya kurang lebih kayak begini :

Kami yang bertandatangan di bawah ini berjanji untuk tidak saling mencela di depan umum, terutama di depan gebetan masing-masing. Barang siapa mencela, maka akan dikenakan denda Rp.5.000,- untuk 1 kali mencela. Hasil pengumpulan uang denda ini akan dipakai untuk makan-makan bersama di akhir bulan. Celaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
- Ade. Tidak boleh dicela : si mulut lebar, bawel, bibir jatoh.
- Dian. Tidak boleh dicela : si gigi, mangga no.2.
- Danang. Tidak boleh dicela : item, bau, caplang, butek.
- Luki. Tidak boleh dicela : si jidat, gigi.
- Pasha. Tidak boleh dicela : mangga no.1, celana ajaib.

Gimana hasilnya?
Perjanjian dijalanin dengan sukses dalam 2 minggu, tapi akhirnya jebol semua. Uang denda tak pernah ada yang membayar. Kita semua tetap jomblo di tahun itu.

Miss you a lot guys!

Saturday, December 10, 2005

Homie Day

Gue baru bongkar2 foto2 lama gue waktu masih kerja di Ogilvy. Man, so many great memories. Ternyata di kantor itu bukan hanya gue yang banci foto...but practically the whole office! No wonder I have so many pictures taken there although I was there for only 2 years (pokoknya 1 CD ampe penuh untuk nyimpen foto2 ini).

Di Ogilvy pada saat itu, sering sekali kita ngadain theme days, sehari kita berpakaian dengan tema tertentu. Gak cuma untuk merayakan hari-hari tertentu, most of the time we're just trying to make the workplace fun. Ada Capricorn Day (di hari ini semua yang bintangnya Capricorn saweran makan-minum dan ngerayain ulang tahun mereka, di mana yang ultah pake baju bertema sama), Baseball-shirt Day (kita semua pake t-shirt kayak pemain baseball), 17 Agustusan (kita semua harus pake pakaian tema perjuangan...waktu itu gue jadi PMR yang ngebantu temen gue Danang yang pake baju tentara rakyat-sarung, bambu runcing, petromax...hahahaha), Sinetron Day (kita harus pake baju ala artis sinetron atau tokoh di sinetron...ada yang jadi Indy Barends, si Manis Jembatan Ancol, Bidadari, dll)...dan yang paling berkesan buat gue adalah Homie Day.

Gue inget banget waktu itu bulan Desember 2001, gue lupa tanggal berapa, tapi itu adalah hari terkahir kantor buka sebelum libur Natal & Tahun Baru. Kerjaan udah gak ada karena Client juga udah pada libur atau cuti semua. Di hari itu, kita semua harus pake pakaian layaknya kalo kita lagi nyantai di rumah. Ada yang pake piyama, kaos belel plus celana pendek belel, bawa sarung, bahkan ada temen gue yang dateng lengkap pake rol rambut di kepalanya. Nah, ada cerita lucu nih, inget banget waktu itu OgilvyPR baru dapet Client baru-Audi, dan di hari itu adalah meeting mereka pertama dengan Client di kantor kita. Wara-wiri semua orang lewat depan ruangan miting dengan baju gak karuan gituh, eh Madeleine (boss-nya PR pada saat itu) ngamuk2 dan protes ke CEO kita-Allan (I love him!!). You know what he said? "Just close the curtains...". Hahahahahaha....

Kita foto2 abis2an lah hari itu. Di depan Bapindo Plaza pas air mancur (ampe dimarahin satpam), di tengah jalan Sudirman pas di depan gedung kantor kita, ampe ke helipad di atas gedung kantor! Such fun we had...sumpah, sekali lagi....gue jadi kangen berat ama kehidupan gue di Ogilvy.


Thursday, December 08, 2005

...katanya Bre Redana

Di tahun 2002, oleh pacar gue pada saat itu, gue dihadiahin sebuah novel lokal "Sarabande" karya Bre Redana. Dia ini dipuji2 sebagai penulis asal Bali yang bisa memportray kehidupan Bali dengan sangat kental di dalam keseluruhan tulisan-tulisannya. Bacaannya juga bisa gampang dimengerti...dan iya, dengan mudahnya membawa otak gue ke alam Bali dan segala pedalaman2nya.

Kisahnya tentang seorang pria Bali asli, dari keluarga dengan nilai2 norma keagamaan yang kuat, konservatif...tapi dia menjalani kehidupan 'gaya modern' (if you know what I mean). Esensi ceritanya sebenernya gak spesial yah, I believe elo sudah sering mendengar cerita seperti ini, tapi cara bertuturnya indah sekali, mulus, pokoknya bener2 berhasil membawa gue ke dunia yang dia ciptakan....dunia Bali yang mistis, misterius, yet mesmerizing.

Yang selalu bikin gue terkesan dan terbayang2 ampe sekarang adalah salah satu quotenya :
"...akulah angin, yang siap dan rela tersesat karena cinta..."

Wuih....mantap benar! Pada saat itu gue bener2 pegang kalimat itu, karena YES...hidup itu kan seluruhnya tentang perjalanan di mana elo bisa tersesat, bisa juga enggak...dan itu semua harus selalu siap elo hadapi dan terima segala konsekuensinya.

Tapi sekarang, apa iya gue siap dan rela untuk tersesat oleh cinta? Cinta itu apa sih...kok bisa sampai segitunya rela berkorban....tersesat di tengah jalan kehidupan....hanya karena cinta? Apakah cinta itu menentukan hidup mati kita hingga segitu besar pengorbanan yang diperlukan?

Kini, dari kacamata gue, hidup itu penuh pilihan...cinta itu optional. Elo bisa memilih : mau? gak mau? Kalau mau, elo bisa terbang setinggi2nya...tapi juga jatuh sampai ke perut bumi yang terdalam. Kalau gak mau, elo bisa berada di anak tangga ke-5...tapi jatuh 5 anak tangga ke bawah.

And at this moment....gue berpikir untuk berada di anak tangga yang ke-5 aja....hingga gue bisa menemukan seseorang yang berada di anak tangga ke-5 juga dan dia mau terbang bareng sama gue ke langit yang tertinggi or even jatuh bareng ke dalam perut bumi yang terdalam.
"...aku bukan angin, belum siap dan rela tersesat karena cinta..."

Friday, December 02, 2005

loncat!

LONCAT dari sudut pandang gue bisa merupakan bentuk senang.
LONCAT dari sudut pandang gue bisa merupakan bentuk kaget.
LONCAT dari sudut pandang gue bisa merupakan bentuk olahraga.
LONCAT dari sudut pandang gue bisa merupakan bentuk pelepasan.

....sebagai seorang NARSIS....LONCAT itu bagi gue adalah salah satu pose foto yang keren =P