Sunday, October 23, 2005

....CIUMAN....

Mengutip DiscoveryHealth.com :

"What's in a kiss?"
A simple kiss can be a highly effective method of analyzing how prospective mates stimulate pleasure centers in the brain. More importantly, kissing can also be a delightful experience!
By mixing touch, sight, smell and taste senses with powerful physical attraction and emotions, kissing can be one of the most delicate but often complex activities shared between two people.


"Kissing as Foreplay"
Many people find kissing to be the fundamental act of foreplay. Kissing involves a range of behaviors from very light lip-to-lip contact, to what is often referred to as "deep" or French kissing, in which partners rub their tongues against each other and over other mouth surfaces.
Generally, kissing is considered to be an extremely intimate and pleasurable act because it involves direct face-to-face contact and because the mucous membranes that cover the lips and mouth have an especially dense supply of nerve endings. Some individuals are particularly sensitive around their ears, inner thighs, or lower stomach, while breasts and nipples (for both women and men) often are highly preferred places for caressing and oral stimulation.


Perhatiin deh kalimat yang gue bold. I think that explains why I (and most normal people) like kissing so much. So, apakah kissing itu membutuhkan certain emotional feelings terhadap lawan ciuman kita? I believe the answer is yes...but the degree of that feelings are different from person to person.

Coba baca kalimat pertama yang gue bold : ...a highly effective method of how analyzing prospective mate... So, when you kissed someone....and you say "It's nothing, just a kiss..."...well I'll say "Bulls**t, compadre!". When you kiss someone, that means you're starting to consider him/her as your future 'mate'. Definisi dari 'mate' atau 'pasangan' di sini yang beda-beda antara masing-masing orang : pasangan sebulan, pasangan seumur hidup, pasangan semalam (so it happened in a one night stand), pasangan sex-only, pasangan kissing-only (uigh...malessss kali ye...hahaha), pasangan curhat (??), pasangan yang dijalani dengan ogah-ogahan (hahaha...editing maksa)....etc etc, dan itu terserah elo mau bikin definisi apa. Tapi, dalam pikiran gue, kalo seseorang udah elo sebut sebagai 'mate' atau 'pasangan'....di situ pasti ada suatu ikatan, di situ pasti ada repetition....repeating your encounter lah at least. And if you kissed someone, and if it was not-so-bad (bukan berarti he/she is a GREAT kisser yah)...you'll expect that to happen at least once more...sukur2 lebih dari sekali lagi...

Sekarang baca kalimat kedua yang gue bold : ...kissing is considered to be an extremely intimate and pleasurable act... So, why do you want to be intimate with someone you don't really really even a bit like? And if you don't have even the tiniest bit of feeling for her/him...why do you want him/her to give you any kind of pleasure?

Hmmm.....so, now.....can you really say that there's nothing between you and the person you just kissed last night? =)

So, kenapa gue suka ciuman? Karena ciuman itu enak! =) Bagi gue, ciuman itu adalah media explorasi yang canggih dan tidak memakan biaya samasekali...juga bisa di-consider sebagai bentuk olahraga dan rekreasi pelepas stress. Ciuman itu adalah salah satu jendela ke dalam diri gue...ke dalam diri 'prospective mate' gue. Dengan ciuman, gue bisa meraba2 perasaan kita masing2. Kissing is a test : a test to my sexual orientation, a test to my sexual fantasies, a test to my sanity, a test to my skill, a test to his skill, a test to his sanity, a test to his sexual fantasies, a test to his sexual orientation, a test to our feelings towards each other...

So, after you kissed....it's all up to you. Where do you want to take this to? Bed? Paper? Conversation? Gossip? Bathroom?....here's the horrifying word, gentlemen : Marriage? For me...I hope after the kiss, it will end up to another kiss, and after that second one...I'll leave it up to chemistry =)

Tuesday, October 11, 2005

Mantan = EX

"EX"

Kata tersebut sebenarnya berasal dari huruf "X", di mana sering di-asosiasi dengan simbol "X"=silang yang artinya adalah forbidden, atau dibuang, atau dihilangkan, atau dilarang. Pada intinya, simbol ini dipakai untuk mengindikasikan makna "yang tadinya ada, tapi sekarang sudah tidak ada atau tidak boleh ada".

Setuju gak?

Nah, lantas, langsung aja gue tarik ke konteks percintaan. "EX" itu sama artinya dengan "MANTAN" atau "bekas pacar" (tapi karena kata 'bekas' itu kedengerannya kurang enak, seperti sampah atau sesuatu yang sudah usang dan tidak terpakai lagi...jadi gue lebih prefer dalam forum ini disebut dengan "MANTAN" walaupun dalam hati gue lebih suka menyebutnya dengan "bekas pacar" karena dalam pikiran gue memang lebih represenattif =).

Nah, kalau seseorang sudah punya predikat sebagai "EX" atau "MANTAN", bukankah berarti orang tersebut kini punya makna yang sama dengan simbol "X" yang mengindikasikan makna "yang tadinya ada, tapi sekarang sudah tidak ada atau tidak boleh ada"....?

Sebenarnya simple, sederhana sekali, kalau kita bisa memanifestasikan korelasi antara simbol "X" dengan "MANTAN". Bahwa yang disebut sebagai "MANTAN" itu adalah seseorang yang tadinya ada, tapi sekarang sudah tidak ada atau bahkan tidak boleh ada.

Tapi kok susah sih?

Monday, October 10, 2005

Before Sunrise

What is "Before Sunrise Buddies" ?

You meet a person from the opposite sex.
You talked every night.
You talked about this, about that, about everything.
You enjoyed the time you spent together...talking.
You're a junkie for this conversation.
You crave for this person...for talking.
And at the end of the day someone asks "What in the hell were you guys talking about for hours everyday, everynight?"

.....and you just can't recall what.


Note :
"Before Sunrise" is a movie starred Ethan Hawke and Julie Delphy. Was famous in the 90's and one of the iconic movies for generation X.
The sequel "Before Sunset" made around 10 years later was not even close with the original one's success.

Friday, October 07, 2005

jOurnal of a JimbAran-bOmbing survivOr part 2

Lantas, gue anggap apa peristiwa peledakan bom di Jimbaran weekend kemarin itu ?
Kesialan?
Musibah?
Kebetulan?
Keberuntungan?
Kecelakaan?
Ketidaksengajaan?
Kriminalitas?
Iseng?

.....yang gue tau pasti adalah gue datang ke sana seperti yang Allah sudah tentukan sebelumnya.

Gue di sana karena ada tujuannya, jadi samasekali bukan kebetulan. Gue ada di sana dan lolos dari maut karena memang itu jalannya, jadi samasekali bukan musibah-kecelakaan-kriminalitas. Gue ada di sana dalam keadaan gembira karena gue ke sana untuk bergembira. Gue ada di sana karena gue pergi ke sana dalam keadaan merasa 'kurang' dan pergi dari sana dalam keadaan merasa 'lebih'....

"Lebih apa maksud loe?"....you asked.
and then I'll answer "Lebih baik dari sebelumnya."

amien.

Wednesday, October 05, 2005

jOurnaL Of a JiMbaran-BomBing survivOr

Cengkareng.
September 30, 2005. 08:30pm.
"Ayo Li...setengah jam lagi berangkat! Lari...lari...lariiii..."
"Aduh De....gelo euy, jiga di pelem2...inget Home Alone? Hahahahaha...."
"Thank God...akhirnya nyampe juga. Oke, kita jangan terlalu motah ya? Kalem we...kalem..."
"Oke neng...kalem. Sip!"

Kuta.
October 1, 2005. 02.30pm.
"Oi...cepetan! Mau liat sunset di Dreamland gak seh??"
"Iya...iya....tapi gue penasaran. Mana sih tuh toko? Dulu di sini.."
"Besok aja lah kita nyusurin Kuta lagi. Gue juga masih mau beli oleh2 buat sekretaris gue.."

Pertigaan Jimbaran, depan McDonald's.
October 1, 2005. 03.15pm.
Ratu : "...kita berteman saja, teman tapi meshhhraaaaah...." *joget2*
"Aduh gusti...yang bener aja atuh euy, ngorong wae maneh! Pak polisiiii toloooong, sodara saya gila!"
"Permisi mbak, bisa tolong ke pinggir sebentar? Anda melanggar peraturan karena tidak memakai seat-belt."
"Geeze...can you believe it? Gue ditilang di Bali! Enggak banget gitu!"
"Okay girl...kalem aja. Kalem..."

Dreamland.
October 1, 2005. 05.00pm.
"You know what? I hate that guy. He's always checking us out while his girlfriend is looking to the other way!"
"Tarohan yok! Do you think they're married? Dating? Or having an affair?"
"Hahahahaha....gelo siah! Ei....I thought we're going to have dinner @ Jimbaran, why are you still eating that McDonald's fries?"
"Booo....gue mens hari pertama...I need the energy!"

Bypass Nusa Dua-Simpang Siur.
October 1, 2005. 07.00pm.
"Kayanya kita salah arah deh. Coba Li puter, kita ke arah Nusa Dua."
....................
"Aduh, gak mungkin nih. Udah sampe Nusa Dua. Gak mungkin sejauh ini. Coba puter lagi ke arah McDonald's tadi. Secara elo kerja di Hyatt, masa' loe gak tau Intercon di mana?"
"Punten pisan nya juragan....ari teu salah mah, Intercon tuh kita masuk ke belokan McD tadi. Nah kalo ke Uluwatu kita nanjak belok kiri, Intercon belok kanan."
"That makes sense! Ya udah kita ke arah sana..."

Jimbaran.
October 1, 2005. 07.30pm.
"Hmm...pantai Jimbaran?? Eh..Liiiii...belok kiri sini!"
....................
"Eh....itu bukan yah tempatnya? Rame tuh."
"Gimana seh, secara elo sering ke Bali, masa lupa tempat makannya?"
"Sori. Itu emang tempatnya. Puter balik Li!"
...................
"Hmmm...Menega? Ubung? Menega? Ubung? Kayanya gue biasanya makan di Ubung deh....Yap, this is the place!"

Restoran Ubung-Jimbaran.
October 1, 2005. 07.45pm.
"Berapa orang mba?"
"Berdua."
"Silahkan...di sini."
"Aduh, gelap2an euy. Sini aja De yang deket pohon, lebih terang."
"Tapi masih deket dapur, asepnya ganggu banget Li. Lagian itu meja untuk 6 orang, kesian aja yang datengnya rame, kita kan cuma berdua."
"Gak papa mba...ini mejanya bisa di-split kok."
"Gak usah lah mba....ribet. Di sana aja Li, gak papa gelap2, pake lilin jadi mesra...hahahaha..."
...................
"Makan seafood, pinggir pantai malem2...enak minum bir nih. Shall we order it?"
"You go ahead lah...I don't really like beer anyway. Dari sini kita pulang, mandi2...trus ke Dejavu...woohoo!"
"Gile ya...tempat ini sukses banget...rameee banget! Heh, napa loe senyum2 liat sms?"
"Kagak...ini gue lagi nyirik2in temen gue di Jakarta..."

*loud unrecogniseable blasting sound*
*red rays*
*dust,sands,smoke*

"Booooom....ada booom!"
"Ade! Ada bom! Lari De!"
"Lia...ke laut! We need to be in the water!"
"HP gue! Gue harus ambil HP gue!!"
"Ada apa? Ada apa? Apaan tuh yang meledak? Lia, tenang Li...jangan mikir apa2...tenang Li!"

*loud unrecogniseable blasting sound*
*red rays*
*dust,sands,smoke*

"Astaghfirullah....Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!"
.....................
"Mamah, saya lagi di Jimbaran. Ada 2 bom meledak tadi. I'm okay, I just want you to know that. Tolong jangan panik, tenang aja, kita baik2 aja. Saya harus cari tempat aman."
"Kamu jangan jauh2 dari Lia. Kalian harus pegangan tangan terus."
.....................
"Hai, dari Jakarta juga?"
"Iya, kita tadi makan di Menega, mbak. HP kita ketinggalan semua, boleh pinjem mba?"
"Silahkan...boleh, boleh. Eh, kalian luka2 ya? Kok itu ada darah?"
"Bukan, bukan...ini cuma cipratan bumbu..."
"Ya Allah....ada di badan gue juga! Apaan nih Li?? Ya Allah! Ya Allah! Astaghfirullah....apaan ini? Ini daging Li! Daging orang! Ya Allah....get it off of me!!!"
.....................
"Ade....are we going to die this way?"
"Enggak Lia! Ayo...kita jalan masuk ke Intercon..."



......At the end, we got safely back to our homes in Jakarta.
Realised that the bomb exploded only 5 tables behind our table....2 tables away from the previous table that we're going to sit at.

The question is....
What can you do to yourself, to your family, to your friends, to God....before you die?
The answer is....
Everything. Anything. Nothing...depends on your preference.

The question is...
How can you know whether you're going to die or you're going to live?
The answer is....
You can not!

...and for my case, the difference between life and death is that table or this table.



-a tribute to Sadikin Wirahadikusumah and Achmad Wirahadikusumah-
"we love you....always..."