Hai….How are you ? How’s your holiday in Jakarta ? Seneng banget deh pastinya…
Hmmm….you know, I’m not that stupid yah….gue tau kok elo sengaja menghindar dari gue selama di Jakarta karena gak mau ketemu sama gue….yah sama persis seperti dulu waktu kita baru putus, loe sengaja ignoring gue.
Sebenernya gue mau tau dari mulut elo sendiri alasan kenapa elo melakukan semua ini ke gue…tapi kesempatan itu gak pernah datang, dan yang gue dapatkan hanyalah omongan2 dari temen2 loe. Yes….semua orang bilang kok ke gue betapa elo itu menyalahkan gue atas putusnya hubungan kita….bahwa elo menganggap gue ini gak punya pengertian atas segala cita2 yang elo mau kejar…bahwa gue terlalu demanding….bahwa gue ini beban buat elo di kala elo sedang menyusun karir. Sayangnya…elo gak pernah berani menyampaikan ini semua langsung ke muka gue. You left me without no defense at all…gue gak bisa bela diri atas segala omongan loe itu….elo tidak memberi gue kesempatan untuk menjelaskan ini semua. But well….I would like to think that you’re too afraid to face me in person, karena gue udah tau kalo elo adalah tipe orang yang gak berani konfrontasi…and that sometimes makes you a CHICKEN….sorry to say.
Bahkan, gue juga tau kok…selama elo di Jakarta kemarin, elo memang sengaja menghindar dari gue…karena elo takut gue akan mengungkit2 masa lalu. You know what….it’s only in your IMAGINATION….the truth is I want to meet you not to talk about the past, but to start a friendship….soalnya menurut gue the past is just a past, let it be lah…udah basi aja kalo harus dibahas lagi. Well anyway, the consequence of being a COWARD is that you will never find the truth. Tapi ya gue gak tau juga sih, mungkin aja emang elo even gak mau punya pertemanan ama gue. I will never know the truth….but at least it’s not because I’m a coward.
You’ve made my life for the past 1.5 years like a big giant unsolved puzzle that drives me nuts as hell. Gue selalu wondering “Why in the world he could do such thing to me?? Why did he just left without words and dropped me in a pit hole?? Do I really deserve this kinda treatment?? Was I really that horrible?? What was he thinking?? Should I do something differently that time?? Is he worth it? Am I wasting my time? Gila….dia seharusnya gak boleh memperlakukan gue kayak gini, harusnya dia kasih penjelasan sama gue!! Is it totally my fault?? What if….what if….what if….”….so, it was an endless ‘what ifs’.
So….I spent the last 1.5 years wondering apakah gue sudah melepaskan orang yang seharusnya bisa jadi THE ONE….apakah gue sudah berbuat sesuatu yang salah sehingga gue kehilangan seseorang yang seharusnya bisa jadi orang terakhir buat gue. But….gladly, at the end of the day….I just feel it’s the BEST thing that we BROKE UP because unfortunately you’re not man enough to become my ONE….and I found this at the soonest. But never, never even in a split second that I regret our relationship of being happened. I will never regret that I gave my whole heart to someone I love….that I was giving my 100% of me-body and soul-to you. So…please bear this in your mind : gak setiap hari elo bisa menemukan seseorang yang rela memperjuangkan elo dan rela mengorbankan dirinya demi elo…seseorang yang menganggap elo special. That person, in your life….has left.